• Senin, 25 September 2023

Pasca Kericuhan Depan Kantor BP Batam, 43 Orang Diamankan

- Rabu, 13 September 2023 | 07:39 WIB
Dari puluhan warga yang diamankan, hanya sebagian yang merupakan warga rempang. (Agus)
Dari puluhan warga yang diamankan, hanya sebagian yang merupakan warga rempang. (Agus)

AURORA NEWS - Pasca terjadinya kericuhan pada aksi unjukrasa di depan kantor Badan Pengusahaan Batam atau BP Batam, pihak kepolisian mengamankan 43 orang warga yang melakukan tindak pidana pengrusakan hingga melawan aparat. Dari puluhan warga yang diamankan, hanya sebagian yang merupakan warga rempang.

Sebanyak 43 orang warga yang melakukan tindakan anarkis saat mengadakan aksi unjukrasa pada Senin (11/9/23), langsung diamankan pihak kepolisian. Semua yang diamankan dikumpulkan dan dibawa ke Mapolresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Puluhan warga yang diamankan ini terbukti menjadi provokator dan juga pelaku pengrusakan kantor BP Batam, mulai dari penghancuran pagar, kantin, pelemparan batu ke kaca, pelemparan bom molotov dan juga melawan aparat hingga terluka.

Baca Juga: Hong Kong Open 2023: Anthony Ginting Lawan Brian Yang, Ini Daftar Wakil Indonesia yang Tampil Hari Ini

Kapolresta Barelang, Kombespol Nugroho, Selasa (12/9/23), mengatakan dari 43 orang yang diamankan, sebanyak 26 orang  kasusnya berada di Polresta Barelang dan dari 26 orang yang diamankan, ternyata hanya 5 orang yang berasal dari Pulau Rempang.

Hingga saat ini para tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Barelang dan juga Mapolda Kepulauan Riau. Sementara untuk petugas yang menjadi korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Batam.

Sebelumnya kerusuhan terjadi saat ribuan warga Rempang Galang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor BP Batam, Senin lalu.  

Terdapat sejumlah tuntutan yang disampaikan massa diantaranya menolak relokasi16 kampung tua dan mendesak kepala BP Batam dicopot. 

Massa juga minta agar warga yang ditangkap dibebaskan, cabut posko polisi di Rempang dan bebaskan warga dari tindakan intimidasi serta meminta Presiden Joko Widodo untuk membatalkan proyek investasi di Rempang.***

Editor: Abhiseka

Tags

Terkini

Bakar Sampah, Lahan di Kulon Progo Kembali Terbakar

Minggu, 24 September 2023 | 16:00 WIB
X